Senin, 04 Oktober 2010

sitem rangka ikan

Sistem Rangka

PENDAHULUAN

Sistem rangka merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi. Sistem ini melindungi eksoskeleton dan endoskeleton. Endoskeleton secara embriologis berasal dari epidermis saja, dermis saja atau keduanya. Endoskeleton umumnya dijumpai pada hewan invertebrata. Pada vertebrata lebih dikenal dengan dermal skeleton (Adnana, 2010).

Sistem rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka sumbu (rangka aksial), dan rangka anggota (rangka apendikular). Rangka aksial meliputi tengkorak (cranium), tulang belakang (kolumna vertebralis), tulang rusuk (costae) dan tulang dada (sternum). Rangka anggota meliputi gelang bahu (gelang pectoral) dengan rangka anggota depan, dan gelang pinggul (gelang pelvic) dengan rangka anggota belakang (Adnanb, 2010)

Menurut Anonima (2010), tulang- tulang kerangka diklasifikasikan menurut bentuknya dan formasinya yaitu :

1. tulang panjang atau tulang pipa , terutama dijumpai pada anggota gerak. Tulang panjang terdiri atas bagian batang dan bagian ujung, tulang pipa bekarja sebagai alat ungkit dari tubuh dan memungkinkannya bergerak

2. tulang pendek, contohnya pada tuang carpalia di tangan dan tarsalia di kaki. Sebagia besar terbuat dari tulang jarak karana diperlukan sikap yang ringan dan kuat. Tulang-tulang ini diselubungi dengan jaringan padat tipis.kerena kuatnya muka tulang pendek mampu mendukung seperti tampak pada pergelangan tangan.

3. tulang pipih, terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dengan tenganya tulang lapisan seperti spons. Dijumpai paa tulang tengkorak, tulang punggung, iga-iga, dan scapula.

4. tulang tak beraturan adalah tuang yang tidak dapat dimasukkan dari salah-satu dari ke-3 kelas tadi contohnya vertebra dan tulang wajah

5. tulang sesanoid termasuk kelompok lain. Ia berkembang di dalam otot-otot dan

dijumpai didekt sendi.misal patella.

Air memiliki kerapatan yang lebih besar dibandingkan udara sehingga hewan lebih sulit bergerak di air. Namun sebaliknya, air memiliki gaya angkat yang lebih besar dibandingkan dengan udara. Beberapa hewan yang hidup di air memiliki struktur tubuh dan sistem gerak yang khas. Untuk bergerak didalam air, ikan memiliki:

1. Bentuk tubuh yang aerodinamis (streamline) untuk mengurangi hambatan ketika bergerak didalam air.

2. Ekor dan sirip ekor yang lebar untuk mendorong gerakan ikan dalam air.

3. Sirip tambahan untuk mencegah gerakan yang tidak di inginkan.

4. Gelembung renang untuk mengatur gerakan vertical; Susunan otot dan tulang belakang yang flexsibel untuk mendorong ekor ikan didalam air.

Fungsi dan struktur rangka

Rangka berfungsi untuk menegakkan tubuh, menunjang atau menyokong organ-organ tubuh, melindungi organ- organ tubuh dan berfungsi pula dalam pembentukan butir darah merah. Pada beberapa ikan modifikasi tulang penyokong sirip menjadi penyalur sperma kedalam saluran reproduksi ikan betina. Dalam perikanan terdiri dari tulang sejati dan terdiri dari tulang rawan.Seluruh rangka Elasmobranchii terdiri dari tulang rawan, sedangkan Osteischthyes terdiri dari tualang sejati. Tulang Osteichthyes awalanya terbentuk dari tulang rawan,kemudian materinya menjadi tulang sejati dalam bentuk khusus melalui proses osifikasi. selain itu, dalam beberapa ikan, modifikasi kerangka sirip mempercepat penempatan sperma ke dalam saluran reproduksi betina.

Rangka ikan dibedakan menjadi tiga bagian:

I. Rangka axial:terdiri dari tulang tengkorak,tulang punggung, dan tulang rusuk.

II. Rangka visceral terdiri dari tulang lengkung ingsan dan derivatnya.

III. Rangka appendicular terdiri dari sirip dengan pelekat- pelekatnya.

Simetri
simetri bilateral mendasar adalah rencana dasar struktur organisasi kerangka dalam ikan, yaitu; sisi kanan dan kiri masing-masing individu adalah bayangan cermin satu sama lain. meskipun pengecualian mendasar seperti rencana tubuh dalam ikan (seperti pada vertebrata lain) dalam organ pencernaan tertentu, disebutkan tentang keberangkatan beberapa kerangka akan berfungsi lagi untuk menggambarkan variasi yang besar dapat ditemukan dalam detail anatomi antara ikan. contoh klasik keberangkatan vertebrata dari simetri bilateral adalah dewasa flatfishes (pleuronectiformes). kedua tulang rongga mata dan mata berada di satu sisi, dimana sisi mata buta telah bermigrasi selama tahap-tahap pertumbuhan dari larva bilateral simetris untuk orang dewasa.


Rahang dan wajah

sistem kerangka ikan mencontohkan banyak evolusi dan adaptasi. adaptasi dengan pembentukan rahang dan mendukung mereka dengan demikian sangat menentukan penampilan wajah. agnathous adalah ikan yang tidak memiliki rahang , tapi pertama kali berevolusi dan beberapa struktur rangka untuk mendukung insang. kemudian pada rahang evolusi ikan yang dimodifikasi dari komponen insang-arch anterior nenek moyang tanpa rahang.

salah satu variasi ekstrim dari kondisi tersembuhkan rahang umum adalah perangkat suctorial pegangan erat perut atau organ yang dibentuk oleh mulut ikan seperti ikan lele beberapa lapis baja (marga plecostomus dan lainnya), di mana menebal, bibir disembulkan pada rahang membuat pengisap efisien . dalam beberapa ikan, seperti dalam halfbeaks, rahang bawah sangat memanjang. modifikasi ini, juga berkaitan dengan kebiasaan makan permukaan, seperti telah dijelaskan sebelumnya. Pada ikan lain, rahang atas yang memanjang untuk membentuk paruh atau mimbar panjang atau rata.. mimbar tampaknya telah berevolusi yang mungkin berfungsi untuk mendeteksi kawanan plankton, yang disaring dari air oleh tulang saring insang.Banyak sebagai ikan berenang perlahan kembali dan sebagainya melalui mereka dengan mulut ternganga. yang mungkin bahwa "dayung" berfungsi sebagai stabilizer

Rangka Axial

a. Rangka tengkorak

Secara embrionik pertumbuhan tengkorak ikan berasal dari tiga sumber, yaitu chondrocranium (neurocranium), democranium dan splanchnocranium. Chondrocranium adalah pembungkus otak yang pada mulanya berasal dari tulang rawan (elemen chondral).Dermocranium adalah tulang tengkorak yang asalnya dibuat dari sisik yang berdifusi dalam dermis atau corium kulit,dimna tulang tersebut tulang tambahan pada chondrocranium.Splanehnocranium adalah tulang tengkorak yang berasal dari rangka visceral(tulang penyokong lengkung ingsan) dan akan menjadi tulang tipis pada tengkorak.Jadi tengkorak ikan, walaupun permulaan bersal dari tiga sumber yang pembentukannya terpisah, merupakan satu kesatuan.Umumnya tulang- tulang dermal membentuk atap tengkorak.

· Sepasang tlang parietal terletak didaerah atap tengkorak paling belakang

· Sepasang tulang frontal yang merupakanb keeping dermal yang luas berkembang tepat didepan tulkang parietal

· Sepasang tulang nasal yang bentuknya memanjang dan terletak diantara dua lubang hidung.Beberapa tulang dermal yang terdapat pada tulang- tulang tersebut yaitu post frontal,prefrontal, postnarietal.dan masih banyak lagi.

· Sepasang tulang lacrimal terdapat pada bagian anterior sisik tengkorak .Pada bagian telinga terdapat pada tulang squamosal, yang merupakan tulang dermal.

Rahang atas terdiri dari tulang premaxilla,maxillajugal dan quadratojugal.Permaxilla dan maxilla pada beberapa ikan terutama ikan buas, seringkali dilengkapi dengan gigi-gigi.Tulang dermal yang terdapat pada langit-langit mulut ialah prevomer, endopterygoid, ectopterygoid,palatine (masing-masing terdiri atas satu pasang) dan pharaspenoid (satu buah).Tulang dermal yang terdapat pada rahang bawah ialah dentary, splenial,angular dan articular.Yulang dentary yang dilengkapi deangan gigi-gigi.

b. Tulang punggung dan tulang rusuk.

Secara emnbriologik, tulang punggung berkebang dari sceletome yang terdapat pada sekeliling notochorda dan batang saraf,tiap-tiap pasang sceletome berkembang menjadi empat pasang rawan yang dinamakan arcualia.Dua pasang arcuale terletak diatas notochorda,Bagian depan disebut basidorsal yang akan berkembang menjadi lengkung neural dan bagian belakang dinamakan interdorsal.Dua pasang arcuela lagi terdapat pada bagian bawah notochorda yang didepan dinamakan basiventral yang berkembang menjadi lengkung haimal,sedangkan bagian belangkang interventral. Interventral dan interdorsal pada conricthye berkembang menjadi kping intercalary yang terdapat pada ruas tulang punggung.Jadi ruas tulang punggung dibentuk oleh arcualia yang mengadakan invasi mengelilingi notochorda.Berdasarkan pembentukannya, terdapat dua macam tulang punggung yang monospondyly dan diplospondyly. Tulang punggung yang monospondyly dibentuk dari persatuan interdorsal dan interventral suatu somite dengan basidorsal dan basiventral somite dibelakangnya.Jika berhasil persatuan dua somite akan membentuk centrum.Tuilang punggung didaerah badan berbeda dengan yang didaerah ekor.Tiap-tiap ruas didaerah badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusuk kiri dan kanan untuk melindungi organ- organ bagian rongga badan. Pada batang ekor tiap- tiap ruasnya di bagian bawah hanya terdapat satu cucuk haemal, pada bagian atas tulang punggung terdapat cucuk neural.

Rangka Visceral

Rangka visceral terdiri dari struktur tulang yang menyokong ingsan dan mengelilingi pharynx.Tulang ini terdiri atas tujuh tulang lengkung ingsan.Dua lengkung ingsan yang pertama menjadi bagian dari tulang- tulang tengkorak sedangkan lima lainya berfungsi sebagai penyokong ingsan.

Pada ikan hiu tiap lengkung ingsan terdiri dari beberapa potong tulang rawan yang digabungkan menjadi jeruji basal. Pada ikan teleostei sebagian besar bagian lengkung ingsan terosifikasi dan pada beberapa kelompok ikan bermodifikasih sehubungan dengan kebiasaan misalnya ikan mas mempunyai gigi phayrynx.

Rangka Appendicular

Rangka appendicular adalah tulang-tulang penyokong sirip dan melekatnya.Pada ikan terdapat lima macam sirip yaitu sirip tunggal(punggung,ekor,dan dubur) dan sirip berpasangan (sirip perut dan dada)

Sirip punggung terdapat pada ikan kelas Chondrichthyes yang disokong oleh keeping- keeping tulang rawan yang dinamakan rawan basal yang terletak bagian bawah yeryumpu pada cucuk neural, dan radial yang terletak di rawan basal menunjang jari- jari.

Sirip dada disokong oleh tulang gelang bahu (pectoral girdle) yang kuat dan dinamakan coracoscapula.Pada sirip dada ikan ini gelang bahunya terdiri dari tulang rawan dan tulang dermal.

Sirip perut disokong oleh tulang rawan pelvic yaitu tulang rawan tempat menempelnya tulang basipterygium.Pada ikan jantan, di ujung rawan basal tadi terdapat organ clasper yang di gunakan dalam pemijahan untuk membantu menyalurkan sperma.

Bentuk ekor ikan ditentukan oleh beberapa ruas vertebrae yang paling belakang. Ada ruas vertebrae yang tetap bentuknya dan ada juga vertebrae yang berubah bentunya.Pada garis besar bentuk ekor ikan ada tiga macam yaitu:

· Proterocercal.

Ruas- Ruas vertebrata yang menyokong sirip ikan tanpa mengalami perubahan bentuk.

· Heterocercal

Bentuk ekor ikan tidak simetri,dimana ekor ikan bagian atas ujung ekor melengkung keatas dan disokong oleh ruas tulang punggung.Bagian bawah ujung ekor lebih pendek dari pada bagian atas ekor. Hanya disokong oleh beberapa jari- jari sirip ekor.

· Homocercal.

Bentuk ekor simetris.bagian atas sama dengan bagian bawahdan disokong oleh jari- jari sirip ekor.Dua ruas terakhir tulang punggung mengalami perubahan bentuk dan terdapat beberapa tulang tambahan Ruas tulang punggung terakhir berubah menjadi urostyle sebagai ujung chorda yang terosifikasi dan padanya tertempel tujuh keeping tulang yang dinamakan hypural. Diatas hypural terdapat tiga pula tambahan yang dinamakan apural.

Sirip

Telah berteori bahwa sirip ikan semua berevolusi dari nenek moyang yang tidak memiliki sirip sama sekali. mungkin, itu menguntungkan bagi ikan untuk merespon turbulensi dalam air yang akan menstabilkan, bersama dengan masalah stabilitas saat renang. sirip punggung sangat bervariasi berdasarkan ukuran, luas, dan lokasi.Beberapa spesies memiliki tiga atau bahkan lebih sirip punggung. The cods, misalnya. Pada beberapa ikan, seperti trouts dan keluarga mereka (Ikan salem) dan ikan lele (ictaluridae), salah satu sirip punggung memiliki sinar sama sekali dan merupakan struktur berdaging disebut sebagai sirip adiposa.
Sirip dada ikan bervariasi. Mereka memiliki sebagai manuver lokomotor fungsi utama mereka. Contoh fungsi lokomotor utama untuk sirip dada ditemukan di darters percid (Etheosotomatinae), stickleback (Gasterosteidae). Sculpins (Cottidae), dan pipefishes dan kuda laut (syngnathidae), serta ikan kakaktua (Scaridae), porgies (Sparidae), dan ikan lain yang mempunyai dada korset diperkuat dan diubah sesuai. (Gambusia) sirip dada dimodifikasi menjadi clasper, dimana ikan jantan digunakan untuk memandu gonopodium ke dalam lubang perempuan
.

Di samping penggunaannya dalam tenaga, sirip dada disesuaikan sebagai struktur pelanggaran-pertahanan di beberapa ikan. Pada ikan lele air tawar utara Amerika (ictaluridae), sirip ini memiliki struktur penguncian yang memungkinkan ikan patin untuk mendirikan dan tahan tegak, diduga sebagai instrumen tempur. Dalam madtoms (Noturus), sinar ini keras memiliki kelenjar khusus di dasarnya. Sekresi kelenjar, disuntikkan oleh tulang belakang, memiliki efek, menyengat melumpuhkan pada manusia.


Pada ikan bertulang (osteichthyes), sirip struktur pendukung dari dua jenis pokok: duri (sinar tunggal) dan soft-sinar (sinar tersegmentasi).

Dalam hiu dan dalam ikan bertulang sirip berpasangan telah mendukung kerangka internal dan jari sirip dermal. Sinar sirip kulit secara kolektif disebut dermatotrichia. Para dermatotrichia kebanyakan dari tiga jenis:
(1) ceratotrichia, yang horny dan sering tidak bercabang dan unjointed dan ditemukan dalam hiu dan keluarga mereka
(2) actinotrichia, sinar horny dalam bentuk duri; yang berkembang, embryonically setidaknya, pada semua sirip ikan bertulang dan dapat bertahan sebagai duri dalam ikan berduri-rayed.
(3) Lepidotrichia, yang merupakan pengganti dari actinotrichia dalam ikan lunak-rayed (malacopterygii), atau di-raysfins lembut atau bagian dari sirip ikan berduri-rayed. Lepidotrichia lunak-sinar, yang, seperti dicatat sebelumnya, biasanya bercabang dan disambung dan lebih dangkal dalam pembangunan mereka daripada sinar-berduri. Mereka dapat dianggap sebagai menerima komponen dangkal mereka dari unsur-unsur skala. Hampir dapat membayangkan telah diusulkan untuk sinar sirip di lungfishes (Dipnoi) yang telah dianggap berbeda mikroskopis dari orang-orang dari semua kelompok ikan lainnya.
.

Renang

Gerakan paling karakteristik dari ikan adalah untuk berenang. Ini adalah gerakan untuk makan dan breading, untuk pelanggaran dan pertahanan, dan untuk perjalanan aktif. Mereka menghasilkan tangkapan komersial yang dibuat dalam berbagai besar dunia perangkat stasioner yang menangkap ikan dengan menyita mereka. Ikan juga berenang untuk membuat perjalanan dari 1000 kilometer dan banyak lagi.


KESIMPULAN

Sistem rangka (tulang) adalah tempat melekatnya otot, pelindung organ-organ dalam, dan penegak tubuh. Adapun fungsi sistem rangka pada ikan yaitu menegakkan tubuh, menunjang/ menyokong organ – organ tubuh, melindungi organ tubuh, dan membantu pembentukan butir darah merah. Sistem Rangka pada Ikan terdiri dari: tulang rawan, jaringan pengikat, sisik (squama), komponen – komponen gigi, jari – jari sirip, dan penyokong sel pada sistem saraf.

Berdasarkan letak dan fungsinya rangka ikan dapat dibedakan menjadi :

  1. Rangka axial : yang mencakup tulang tengkorak, tulang punggung dan tulang rusuk.
  2. Rangka visceral : meliputi semua bagian tulang lengkung insang dan derivatnya
  3. Rangka appendicular : meliputi sirip dengan pelekat – pelekatnya.

Berdasarkan letaknya terhadap tubuh, rangka ikan dibedakan menjadi :

  1. Eksoskeleton (rangka luar), contoh : sisik (squama)
  2. Endoskeleton (rangka dalam), contoh : columna vertebralis

Secara tidak langsung, bentuk rangka menentukan bentuk tubuh ikan yang beraneka ragam.
Bentuk tubuh ikan merupakan interaksi antara sistem rangka dengan sistem otot serta evolusi dalam adaptasi kedua sistem tersebut terhadap lingkungannya. Rangka yang menjadi penegak tubuh ikan terdiri dari tulang rawan dan atau tulang sejati. Elasmobranchii merupakan seluruh rangka yang terdiri dari tulang rawan sedangkan Osteichthyes terdiri dari tulang sejati. Sebagian besar tulang Osteichthyes pada permulaannya terbentuk melalui tahap tulang rawan, kemudian materialnya menjadi tulang sejati dalam bentuk bentuk yang khusus melalui osifikasi.
Osifikasi merupakan proses perubahan tulang rawan menjadi tulang sejati / tulang keras.

1 komentar:

  1. Mantep gan, mampir juga di blog ane ya, di sana ada posting tentang ikan juga... hehe
    mkasih infonya...

    http://goresanpenaseru.blogspot.com/

    BalasHapus